Pengaspalan Jalan Hotmix Desa Subang Jawa Barat

Pengaspalan Hotmix Subang

Anggaran Dana Desa merupakan bukti keseriusan pemerintah pusat untuk pemerataan pembangunan di daerah, untuk itu pemerintah desa setiap tahunnya di wajibkan melaporkan rencana pembangunan di setiap ruas jalan desa agar masuk dalam anggaran pembangunan yang akan digulirkan.
Pada tahun 2022 telah ditetapkan 74.000 desa penerima Anggaran Dana Desa dengan total anggaran Rp. 68 Triliun pada anggaran APBN yang akan disalurkan melalui kabupaten / kota APBD untuk dilaksanakan pada pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Pembangunan infrastruktur desa saat ini dengan jalan aspal hotmix menjadi pilihan pemerintah dan masyarakat desa di kabupaten Subang khususnya dan masyarakat Indonesia karena pekerjaan jalan aspal hotmix bisa dilaksanakan dengan lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan rabat betonisasi, disampingkan itu jalan aspal hotmix dirasakan masyarakat bisa lebih aman dan nyaman untuk digunakan.

Begitupun dengan pertimbangan pemerintahan desa menerapkan infrastruktur jalan desa dengan aspal hotmix karena pendapatan luasan jalan aspal hotmix akan lebih efisien dibandingkan dengan jalan beton, dengan asumsi pekerjaan jalan aspal hotmix akan mendapatkan panjang 100 m dibandingkan jalan beton akan mendapatkan panjang 50 m dengan anggaran yang sama. Oleh karena pekerjaan aspal hotmix saat ini sangat diperbanyak di jalan desa yang tersebar di kabupaten Subang Jawa Barat.

Prioritas Dana Desa untuk kegiatan berskala lokal pembiayaan pelaksanaan program yang telah disetujui pengajuannya oleh dinas terkait, khususnya untuk peningkatan ekonomi desa dalam pemberdayaan masyarakat atas kondisi dan potensi desa tersebut dengan pencapaian RPJMDes dan RPKDes, prioritas meliputi;

  • Kebutuhan dasar kesehatan
  • Pembangunan sarana dan prasana
  • Pengembangan ekonomi lokal dalam pengembangan wirausaha masyarakat desa

Prinsip pengelolaan tetap mengacu kepada ketentuan dari APBD seluruh kegiatan direncanakan, dikerjakan dan dievaluasi secara terbuka dan harus dapat dipertanggung jawabkan secara administratif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *