Lapisan Pondasi Kontruksi Jalan Raya

Sebuah pekerjaan selalu dimulai dengan pekerjaan pondasi karena kekuatan pondasi akan berpengaruh kepada kualitas pekerjaan dalam jangka waktu panjang, tidak terkecuali dengan pekerjaan Aspal Hotmix jalan raya.
Mungkin anda sering melihat saat berkendara kenapa jalanan aspal hotmix bisa rusak? kerusakan terjadi tidak selalu mutlak kesalahan dari aspal hotmix bisa terjadi karena pekerjaan lapisan pondasi konstruksi jalan raya yang mengalami masalah, karena nya anda sering melihat perbaikan jalan dimulai dengan proses bobokan jalan untuk menganalisa dan memperbaiki lapisan pondasi konstruksi jalan raya jalan tersebut.

lapisan pondasi konstruksi jalan raya

Agregat yang digunakan untuk lapisan pondasi konstruksi jalan raya terukur dengan teliti dibuat dengan Design Mix Formula (DMF) sebagai acuan blending di stockpile, DMF dikeluarkan setelah melalui proses analisa berdasarkan karakter landasan lapangan jalan.

  • Lapisan Pondasi Atas / LPA

Lapisan Pondasi Atas adalah agregat kelas A yang terletak di bawah struktur hotmix ATB (Asphalt Treated Base) atau AC-BC (Asphalt Concrete – Binder Course), matrial yang digunakan harus bersih, butiran tidak pipih (harus kubikel), butiran harus keras dan gradasi campuran harus sesuai DMF. ketebalan mengikuti petunjuk teknis pelaksanaan yang ditentukan (biasanya 20 cm)

  • Lapisan Pondasi Bawah / LPB

Lapisan Pondasi Bawah (LPB) adalah agregat kasar yang berupa batu pecah dengan komposisi 65% minimal memiliki satu bidang yang terbelah, LPB berada dibawah LPA untuk meneruskan beban roda yang bertumpu ke lapisan aspal hotmix.

TABEL CAMPURAN AGREGAT LPA, LPB dan LPC

SIFATKELAS AKELAS BKELAS C
Abrasi dari agregat kasar (SNI 03-2417-1990)Maks. 40%Maks. 40%Maks. 40%
Indeks plastis (SNI-03-1966-1990) dan (SNI-03-1967-1990)Maks. 6Maks. 64 – 9
Hasil kali indeks plastisitas dengan % lolos ayakan No. 200Maks. 25
Batas cair (SNI 03-1967-1990)Maks. 25Maks. 25Maks. 35
Gumpalan lempung dan butiran mudah pecah dalam agregat (SNI-03-4141-1996)0%Min. 1%Min. 1%
CBR (SNI 03-1744-1989)Min. 90%Min. 65%Min. 35%
Perbandingan persen lolos #200 dengan persen lolos #40Maks. 2/3Maks. 2/3Maks. 2/3

Metoda Pelaksanaan Gelar LPA dan LPB

  1. Penghamparan menggunakan alat berat motor grader untuk membentuk agregat menjadi datar dan lebar sesuai dengan luasan dan elevasi rencana.
  2. Kontrol kadar air selama pelaksanaan sangat penting untuk mendapatkan kadar air optimal.
  3. Pemadatan menggunakan alat berat vibro roller kap 8 sampai dengan 12 ton, jumlah passing lintasan sesuai dengan hasil trial compact lapangan.
  4. Selama proses pemadatan dilakukan pengujian mutu, yaitu; pengujian gradasi agregat lapangan, pengujian kepadatan sand cone dan pengujian CBR lapangan.